Sabtu, 16 Februari 2013

Esai Bahasa Indonesia


Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa.,Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Mereka selalu igin mejadi yang terkuat. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu.Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Di mulai dari sebuah pertandingan yang berakhir dengan kerusuhan, perebutan seorang siswi oleh para teman lelaki, bahkan perkataan yang di anggap sebagai candaan mampu mengawali sebuah tindakan tawuran. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya rasa kesetiakawanan dan solidaritas yang tinggi, sehiggai para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang di terima oleh temannya walaupun itu merupakan masalah pribadi.
Dari aspek fisik,tawuran dapat menyababkan kematian dan luka berat bagi para siswa. Dari aspek materi kerusakan parah pada kendaraan dan bangunan yang terkena lemparan batu bisa mencapai total puluhan juta. Sedangkan aspek mentalnya, tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, para siswa yang tidak tahu masalahnya juga dapat menjadi korban hanya karena mengenakan seragam yang sama. Dapat di simpulkan bahwa tawuran sama sekali tidak memiliki dampak positif, menyebabkan kerusakan materi dan juga mental para generasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
 Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, tidak hanya peraturan di saat siswa berada di lingkungan sekolah, peraturan dan tata tertib di luar sekolah harus juga di berikan selama siswa tersebut masih menjadi bagian dari sekolah tersebut. Hal ini bertujuan agar mampu mejaga perilaku pada jam-jam di luar sekolah. Pada usia remaja para siswa cenderung memiliki waktu yang terbuang sia sia sehingga perlu disalurkan lewat kegiatan yang positif sehingga tidak berubah menjadi agresivitas yang merugikan.
Dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler Ini sekolah membutuhkan prasarana dan sarana, seperti arena olahraga dan perlengkapan kesenian, yang sejauh ini di rasa belum memadai, bahkan ada beberapa sekolah yang tidak memiliki sarana dan fasilitas tersebut.Dari segi h
ukum Pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksi hukum Berilah efek jera pada siswa yang melakukan tawuran sehingga mereka akan berpikir seratus kali jika akan melakukan tawuran lagi. Karena bagaimanapun mereka adalah aset bangsa yang berharga dan harus terus dijaga untuk membangun bangsa ini, jangan sampai aset-aset tersebut tidak terpakai dengan semestinya dan hanya akan menambah tumpukan sampah di negeri ini. Perubahan sosial yang diakibatkan karena sering terjadinya tawuran, mengakibatkan norma-norma menjadi terabaikan. Selain itu, menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek hubungan social dalam masyarakat.

0 komentar:

Mufidah Hasna's blog | Simple blog | I hope I someday to go to paris♥

Sabtu, 16 Februari 2013

Esai Bahasa Indonesia

Diposting oleh Unknown di 2/16/2013 10:11:00 PM

Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa.,Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Mereka selalu igin mejadi yang terkuat. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu.Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Di mulai dari sebuah pertandingan yang berakhir dengan kerusuhan, perebutan seorang siswi oleh para teman lelaki, bahkan perkataan yang di anggap sebagai candaan mampu mengawali sebuah tindakan tawuran. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya rasa kesetiakawanan dan solidaritas yang tinggi, sehiggai para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang di terima oleh temannya walaupun itu merupakan masalah pribadi.
Dari aspek fisik,tawuran dapat menyababkan kematian dan luka berat bagi para siswa. Dari aspek materi kerusakan parah pada kendaraan dan bangunan yang terkena lemparan batu bisa mencapai total puluhan juta. Sedangkan aspek mentalnya, tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, para siswa yang tidak tahu masalahnya juga dapat menjadi korban hanya karena mengenakan seragam yang sama. Dapat di simpulkan bahwa tawuran sama sekali tidak memiliki dampak positif, menyebabkan kerusakan materi dan juga mental para generasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
 Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, tidak hanya peraturan di saat siswa berada di lingkungan sekolah, peraturan dan tata tertib di luar sekolah harus juga di berikan selama siswa tersebut masih menjadi bagian dari sekolah tersebut. Hal ini bertujuan agar mampu mejaga perilaku pada jam-jam di luar sekolah. Pada usia remaja para siswa cenderung memiliki waktu yang terbuang sia sia sehingga perlu disalurkan lewat kegiatan yang positif sehingga tidak berubah menjadi agresivitas yang merugikan.
Dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler Ini sekolah membutuhkan prasarana dan sarana, seperti arena olahraga dan perlengkapan kesenian, yang sejauh ini di rasa belum memadai, bahkan ada beberapa sekolah yang tidak memiliki sarana dan fasilitas tersebut.Dari segi h
ukum Pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksi hukum Berilah efek jera pada siswa yang melakukan tawuran sehingga mereka akan berpikir seratus kali jika akan melakukan tawuran lagi. Karena bagaimanapun mereka adalah aset bangsa yang berharga dan harus terus dijaga untuk membangun bangsa ini, jangan sampai aset-aset tersebut tidak terpakai dengan semestinya dan hanya akan menambah tumpukan sampah di negeri ini. Perubahan sosial yang diakibatkan karena sering terjadinya tawuran, mengakibatkan norma-norma menjadi terabaikan. Selain itu, menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek hubungan social dalam masyarakat.

0 komentar on "Esai Bahasa Indonesia "